LOKMIN LINTAS SEKTOR PUSKESMAS EMPARU

Pada Lokakarya Mini Lintas sektor puskesmas Emparu Baru (18/12/2019) yang dilaksanakan di balai desa Emparu Baru dan dihadiri oleh kepala dinas kesehatan kabupaten Sintang, kepala puskesmas, bapak kepala desa wilayah kerja puskesmas Emparu, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perwakilan SMPN 2 Dedai, SDN 20 Dedai, para kader kesehatan puskesmas bagian dari langkah strategis dalam membangun kesepahaman bersama untuk menyikapi permasalahan kesehatan.


Lokakarya mini lintas puskesmas Emparu awal tahun ini sebagai forum untuk mengevaluasi program puskesmas Emparu tahun 2018, permasalahan atau kendala yang dihadapi, capaian program yang mengacu pada standar dinas kesehatan kabupaten Sintang, dan rencana program tahun 2019, dan hal ini di sampaikan secara gamblang oleh Eksan selaku kepala puskesmas Emparu dihadapan lintas sektor.

Dari laporan tahunan, yang dijabarkan oleh kepala puskesmas Emparu dalam bentuk slide power point, ada beberapa program yang tidak mencapai target, salah satunya capaian ASI Eksklusif di bawah standar dengan 4,26 % dari target 40 %, selain itu dari 10 (sepuluh) penyakit yang paling banyak diderita berdasarkan data kunjungan atau berobat masyarakat Emparu.

Dan penyebabnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang apa itu ASI eksklusif, bagaimana menerapkan pola hidup bersih dan sehat, selain itu, kepala puskesmas Emparu tak sekedar menjelaskan faktor penghambat atau kendala, namun menjabarkan langkah-langkah atau tindak lanjut puskesmas Emparu di tahun 2019 dalam merespon permasalahan kesehatan dimasyarakat, terutama program-program yang belum mencapai target, diantaranya meningkatkan penyuluhan dan edukasi, bersinergi dengan pemerintah desa untuk memaksimalkan anggaran dana desa 10 % untuk bidang kesehatan dan lainnya.


Bapak Kadis Kesehatan kabupaten Sintang dalam penyampaiannya juga menegaskan kepada seluruh kepala desa agar dana desa dimaksimalkan penganggarannyan untuk kesehatan, tentu dengan mekanisme dan regulasi yang berlaku, selain itu masyarakat agar cepat merespon dan melaporkan kepada puskesmas jika ada penyakit yang banyak di derita oleh masyarakat disekitar lingkungan, dan ini bagian dari sinergitas itu sendiri.
Serta menyinggung penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang di alami masyarakat binaan puskesmas Emparu akhir-akhir ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*