TRADISI “BEDURUK” GOTONG ROYONG ORANG DAYAK DE’SA

Tradisi gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia, dalam praktiknya kian hari kian hilang di tengah masyarakat. Namun hal itu tidak berlaku bagi Masyarakat suku Dayak Desa yang bermukim di Dusun Pengan Desa Emparu Baru. Terik matahari pagi tidak menyurutkan semangat rombongan masyarakat Dusun Pengan membantu sesama yang sedang membuat rumah. Yang pria bekerja membangun rumah sedangkam yang wanitanya memasak secara bersama-sama. Tepat pada pukul 07.00 pagi rombongan tiba di lokasi. Selang beberapa menit kemudian, Kepala adat desa dan kepala adat dusun pun lansung melakukan prosesi ritual. Dan sesekali terdengar suara dari mulutnya saat membacakan mantra ritual.

“Ini ritual Adat Desa, agar apa yang kita kerjakan di restui petara/Tuhan,” kata pak Juna selaku kepala adat setelah melakukan ritual. Sembari menancapkan sebatang kayu yang telah di runcingkan ke dalam tanah, untuk membuat lubang. “Inilah kami, selalu bergotong royong. Dan hasilnya akan di gunakan seluruh masyarakat kami,” tambah pak Bujangga ketua adat dusun Pengan. Sementara kepala desa Emparu Baru menambahkan, tradisi ini mampu memupuk rasa kekeluargaan dan kebersamaan antar masyarakat di Dusun Pengan. Ia pun mengungkapkan harapannya terhadap pemerintah agar ada perhatian terhadap mereka, baik dari segi perekonomian mau pun sektor pertanian. “Terima kasih untuk kawan-kawan yang tergabung dalam lembaga adat, yang hari ini ikut terlibat dalam kegiatan, semoga silturrahmi kita tetap terjalin,” kata Samson, S.Sos kepala desa Emparu Baru.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*