Warga Emparu “Mbah Sumidi” Ahlinya Pembuat Alat Musik Tradisional

Nama (mbah) Sumidi, sangat lekat dengan alat musik tradisional Jawa maupun Dayak. Kualitas alat musik buatan tangan lelaki 67 tahun sudah dikenal di sekitaran Kabupaten Sintang bahkan sampai ke luar Sintang. Pekerjaan beliau membuat alat-alat musik tradisional ini sudah berjalan 50 tahunan, sehari-hari beliau bekerja membuat batako tanah. Memasuki usia senja, Mbah Sumidi (69 thn) bisa panggilannya tidak pernah berhenti berkarya di bidang seni. Dia berusaha untuk melestarikan warisan budaya tradisional. Itu dibuktikan diwujudkannya dengan membuat ukiran dan peralatan musik tradisional dari suku apapun. Mulai gamelan, perlengkapan kuda lumping, gong (tawakal), hingga merenung Dayak. “Bagi yang berminat, monggo pesan dengan Mbah” promosi mbaM Sumidi


Biasanya alat musik tawak terbuat dari bahan tembaga kuninga yang berfungsi sebagai alat musik pembayaran dalam hukum adat Suku Dayak. Tidak hanya itu saja alat musik tradisional tawak juga biasanya digunakan untuk mas kawin pernikahan dan alat bayar membayar dalam hukum adat di Suku Dayak. Serta digunakan sebagai alat untuk mengiringi tarian tradisional Suku Dayak, selain digunakan untuk tarian alat musik ini gunakan untuk pengisi acara adat dan bahkan ada juga beberpa orang yang menginginkan alat musik ini ada dipernikahan untuk menabah kesan Kalbar lekat dengan acara tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*